Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

guru kencing berdiri, murid kencing berlari

perlombaan merupakan tempat unjuk prestasi, kreasi, dan inovasi. sungguh ironis ketika perlombaan dijadikan sebagai ajang unjuk kekerasaan.
sebuah perlombaan yang diadakan oleh sebuah organisasi, termasuk di dalamnya adalah perlombaah futsal. kegiatan ini di setting di lapangan madukara dengan ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan.
dalam pertandingan olaharaga menjungjung nilai sprotifitas merupakan hal vital dalam rangka mewujudkan pertandingan dengan hasil yang optimal. dalam hal sepak bola sliding tackle, body charge, merupakan hal wajar, yang tidak wajar yakni dilakukan dengan maksud untuk mencederai lawan. peserta pertandingan seharusnya tahu dan sadar akan hal ini. berbagai teknik untuk menghadang lawan sering berujung dengan body charge. ironisnya seorang peserta dan merupakan panutan bagi peserta didiknya tidak menyadari bahwa body charge dalam sepak bola itu tidak biasa, ketika lawan bergesekan dengan dirinya ia menganggap bahwa itu adalah pelanggaran yang keras dan disengaja, lebih parah lagi orang itu MENGHANTAM lawannya dengan BOGEM MENTAH ironis bukan orang yang notabene guru (guru kencing berdiri, guru kencing berlari) melakukan hal tersebut?
pantas saja kalau negara tercinta ini penuh dengan kekerasan, seorang tenaga profesional yang bertugas untuk mengajar dan mendidik memberikan contoh seperti ini. BAGAIMANA SOLUSINYA KITA TUNGGU SAJA NANTI....

mitra usaha akses+ bersama BPRKS

mitra usaha bersamam akses+ dan BPRKS

sejak saat ini aku mulai bergabung untuk jadi mitra usaha bersama akses plus dan bprks. aku sih jadi rekanan dengan keponakan, tapi bukan hal mudah untuk mengembangkan mitra usaha ini.
modal merupakan hal yang mendasar dalam suatu usaha. modal pertama adalah keberanian untuk memulai usaha ini, selanjutnya merealisasikan bergabung dengan mitra usaha akses plus dengan mas kawin sebesar delapan ratus ribu rupiah untuk mendapatkan layanan internet bankking (IB), dengan deposito pertama sebesar dua ratus ribu rupiah, itu masih belum mencukupi untuk usaha seperti ini, namun apadaya kemampuan modal usaha hanya sebesar ini tidak menjadi hambatan bagi diriku.
langkah selanjutnya adalah mengembangkan usaha ini. pengembangan usaha adalah yang paling sulit sebab diantara rutinas menjadi seorang tenaga pengajar di sebuah sekolah swasta harus terbagi lagi dengan bisnis mikro ini.
langkah selanjutnya masih belum terbanyangkan mohon doa restu dan bimbingan nya sajah untuk semua orang yang membaca pstingan ini.

terima kasih ...
PERBEDAAN PUISI LAMA DENGAN PUISI MODERN

PUISI LAMA

1. merupakan puisi rakyat yang tidak dikenal nama pengarangnya,
2. merupakan sasatra lisan (disampaikan dari mulut ke mulut),
3. terikat oleh aturan, seperti jumlah baris, bait, dan rima.




PUISI MODERN

1. sudah dikenal nama pengarannya, seperti "Aku" karya Chairil Anwar,
2. sudah tidak terbatas pada media lisan, tapi sudah sampai pada media tulis,
3. tidak terikat oleh aturan seperti jumlah baris, bait, atau rima.
Kisruhan Pileg 2009


Polemic pemilu yang semakin panas saat ini membuat resah masyarakat. Perbuhan system dari “nyoblos” menjadi “nyontreng” membuat setiap warga Negara yang mempunyai hak pilih seolah menjadi pemilih pemula, sekalipun orang itu telah mengikuti pelaksanaan pemilu lebih dari satu kali tetap saja orangtersebut masih menajadi pemilih pemula sebab peralihan system tersebut.
Jujur dan adil asas dari pelaksanaan pemilu, hal ini seolah hilang karena ditemukannya berbagai kecurangan. Mulai banyak warga Negara yang kehilangan hak pilihnya karena tidak terdaftar sebagai pemilih tetap, pihak PPS yang mencoba mempengaruhi pemilih dengan menunjuk salah satu partai ketika proses pemilihan berlangsung, tertukarnya logistic pemilu di daerah tertentu, tidak sampainya logistic pemilu ke TPS karena lokasi TPS yang sulit dijangkau oleh mobil. Dan kecurangan-kucurangan lainnya. “Kejadian ini sudah diramalkan akan terjadi, bahkan saya pun di salah satu stasiun radio pernah mengungkapkan hal ini” ucap Hermawan seolah orang yang paling betul dan pandai meramalkan suatu hal. Dengan mulut yang lebarhampir seluruh kalangan elite politik mempermaslahkan pelaksanaan pemili tahun 2009 ini, seolah merekalah pemimpin yang paling segalanya, pendapat tak mempertimbangkan keadaan masyarakat sesungguhnya, seorang calon sarjana tak jarang yang masih bingung untuk melakukan pencontrengan, PPS yang melaksanakan pemilu harus bekerja ekstra untuk ikut serta mensukseskan acara yang rutin Negara, mereka bekerja dari mulai matahari terbit samapai matahari terbit kembali, maka oleh karena itu kondisi seperti ini terjadi sebab segenap warga Negara masih dalam proses penyesuaian dengan system yang baru ini, sertawjarlah kalau banyak terdapat kesalahan. Dan kita harus ingat bahwa “kesalahan adalah kunci keberhasilan,” marilah belajar dari kesalahan ini demi tercapai suatu kesempurnaan bukan saling menyalahkan satu sama lain.
Are You Ready?
Ujian itulah yang selalu diucapkan warga sekolah. Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2008 Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/Mts/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2008/2009, Ujian nasional segera dilaksanakan.
UN seolah menjadi polemic bagi setiap warga sekolah. Peserta un dinyatakan lulus apabila mempunyai nilai rata-rata 5.50, yang menjadi pertanyaan siapkah warga sekolah melaksanakan program pemerintah ini?
Mari kita “mengheningkan cipta sejenak,” menundukan kepala kebawah sambil merenungi kondisi sekolah di daerah. Berapa banyak tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan yang sudah profesional?,sudahkah menerpakan model-model pembelajaran inovatif?, apakah sudah ada perpusatakaan di setiap sekolah?, apakah sudah ada laboratorium di setiap sekolah?. Sekarang kita tengadahkan kepala kita sambil menolak pinggang, sekolah di kota hampir seluruhnya sudah mempunyai perpustakaan, laboratorium sudah lengkap dengan alat-alat peraganya, hampir seluruh guru sudah profesional. Berarti perangkat ujian mulai dari pembiayaan, pengadaan soal, sampai batas lulus, sudah disipakan dan diperhitungkan berdasarkan kenyataan diatas.
Prinsip komperhensif dan berkelanjutan harus ada didalam evaluasi seb
Pengukuran adalah kegitan yang sistematik untuk menentukan angka pada objek atau gejala. Penilaian adalah penafsiran hasil pengukuran dan penentuan hasil belajar. Evaluasi merupakan kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efesiensi pelaksanaanya. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai value judgement. Drs. Dian Sukmara M.Pd. 2007;161. Berarti evaluasi pendidikan merupakan gabungan anatara pengkuran dan penilaian yan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2008 Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMP/Mts/SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2008/2009

JURNALISTIK

Jurnalistik
Pernahkah kalian tahu? Bahwa suatu kegiatan yang selama ini kita lakuka telah membawa kita ke dalam perubahan tingkah laku, baik itu koqnitif, afektif, dan psikomotor. Dari segi koqnitif kita telah menambah wawasan, pengetahuan, serta ilmu yang kian berarti untuk bekal profesi kita nanti sebagai calon guru, dari segi afektif yaitu menguatkan rasa solidaritas baik antara mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan mahasiswa, dari yang tak begitu akrab menjadi akrab, dar segi psikomotor adalah khususnya untuk kegiatan studi tour ke RRI ternyata telah membawa kita pandai membuat berita (surat kabar atau radio).
Alhasil semua kegitan yang sederhanan namun bermakna itu telah membawa perubahan tingkah laku kepada kita.
Dalam dunia pewayangan siapa yang tak tahu dengan kawah candradimkuka, sebuah tempat seram, tempat yang terdapat kepulan asap, buih air mendidih, semakin membumbui suasan seram di tempat itu,sehingga tak dapat dibayang jika ada seorang manusia yang terperangkap di tempat itu apa jadinya manusia tersebut, mungkin jadi “bubur”.
Hari itu hari jum’at tanggal 22 Mei 2009, dengan tujuan menambah wawasan mengenai penulisan berita di media cetak dan media audio (radio) mahasiswa STKIP Sebelas April Sumedang Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Tingkat III Semester VI sejumlah enam puluh tiga orang mengunjungi RRI Cirebon dan Kantor Harian Umum Mitra Dialog Cirebon.
Sekitar pukul 15.00 Wib rombongan tiba di Kantor Harian Umum Mitra Dialog, dengan sambutan yang sederhana namun bermakna. Tak lama dari itu kami langsung diijinkan masuk kedalam sebuah ruangan kecil seperti ruangan pertemuan untuk rapat.
Dari jumlah mahasiswa yang terhimpun dalam rombongan hanya tiga puluh orang mahasiswa yang dijinkan masuk kedalam ruangan,hal ini mengingat ruangan yang disediakan berukuran kecil.
Acara dimulai dengan sambutan dari dosen STKIP Nana Sutisna, Drs., M.Ap. selaku dosen mata kuliah pengetahuan kejurnalistikan II, kemudian disambung sambutan dari redaksi harian umum mitra dialog Dadang Suherman. Dengan gaya bahasa yang begitu lugas, dan terpercaya Dadang Suherman mulai berani membagi pengetahuan,keluh kesah perjalanan dia mulai dari kuliah, sampai menjadi redaksi di harian umum mitra dialog.
Dadang suherman menuturkan “Ruangan ini adalah Kawah Candradimuka bagi mitra dialog”, sebab setiap pagi para wartawan berkumpul disini untuk membahas berita yang akan dimuat, ke akatulan, ke tajaman berita ditentukan di ruangan ini, hidup dan mati mitra dialog ditentukan disini, hal ini masuk akal karena nilai jual sebuah surat kabar adalah berita yang aktual, tajam,dan percaya, oleh karena itu perundingan sebuah berita perlu dilakukan,walaupun terkadang dalam perundingan ditemukan perbedaan pendapat yang berujung dengan perang urat saraf antara wartawan dan redaksi,namun hal ini sudah menjadi hal yang wajar.
“Wartawan sudah biasa dengan perang urat saraf,” Tutur Dadang Suherman, kenapa bisa begitu? Toh mungkin saja berakhir dengan pertengkaran?, ternyata tidak demikian, seusai rapat berakahir para wartawan kembali dingin tak ada perang urat saraf lagi, mereka kembali saling cipaka-cipiki, keakraban mereka kembali, keriangan mereka kembali, ide dan gagasan tercurah kedalam kerjasama rekan yang saling sokong demi mendapat berita yang layak di jual ke publik.
Dengan penuh harap mereka kembali bekerja dan mencari informasi tentang berita.

29 Mei 2009,
Agus Nurdin Rudiana






Persahabatan bagai kepompong, kalian tahu, kalian sadar? Kalian itu anak paling geulis di kebon STKIP, heeeeeeeeee (dies). Lewat mig33 kami selalu mencoba mejaga persahabatan. Pokok namah persahabatan baying kepompong.
 
Template designed using TrixTG